Sopia Tetangga rumah Memuaskanku

 Pada pandemi covid-19 terbilang sangat menyebalkan. Namaku Rendy, Saat ini usiaku 17 Tahun, tinggi badanku 160cm, berat badanku 53kg, aku terkenal dipanggil anak yang pendiam karena jarang berkomunikasi, sesekali nya komunikasi hanya hal hal yang penting saja. Saat ini aku masih sekolah SMA kelas 11, tapi masa masa sekolahku jadi kurang berwarna karena masa pandemi ini yg harus mewajibkan belajar dirumah. jadi kurang teman dan hanya mengenal lewat WhatsApp.





Pada hari rabu saat keluarku pada berpergian kerumah nenek, aku tidak bisa ikut karena ada sekolah online, Jadi aku sendirian dirumah. Pada saat jam kedua tiba tiba ada mengetuk pintu rumahku, tanpa berpikir panjang aku pergi ke pintu untuk membuka pintu.  Setelah membuka pintu, aku terkejut melihat yang datang kerumah ada tetangga rumah selisih 4rumah, aku terkejut karena dia sebelumnya belum pernah datang kerumahku. Dia namanya Sopia, seumuran denganku, dia sekolahh juga di SMAku, tinggi badannya sama denganku, tubuhnya putih dan berat badannya gak jauh dari aku, karena agak berisi, untuk wajahnya bisa dibilang sangat cantik, dadanya besar dan pinggulnya lebar. Dia datang karena mau ngikut pakai Wifi, karena wifi dirumahnya telat putus. 
singkat pembicaraan:
aku : eh sopi
sopia : (sambil tersenyum), Rendy maaf mengganggu?
aku : hheeh, iya engga apapa sop tumben, ada apa?
sopia : ren maaf aku boleh numpang wifi? internet dirumahku terputus, aku ada sekolah online.
aku : oh silahkan sop, kebetulan aku juga lagi ada sekolah online ( sambil mengajak keruang aku sekolah online)
sopia : beneran gak apapa ini ren? (sambil canggung)
aku : iya gak apapa sop, santai saja

aku kebelakang untuk ambil air minum, dan sopia masuk dan duduk deket meja tempat aku belajar.

aku : (masuk ke ruangan, sambil membawa minum), sopi maaf cuma ada air putih aja ya, soalnya keluarga ku lagi pada gak dirumah, jadi aku sendirian.
sopia : (sambil senyum canggung) gk apapa ren, malah aku yg minta maaf ngerepotin kamu.

aku duduk di samping sopia dengan jarak kurang lebih dua keramik yg dirumah aku, ukuran keramik 30Cm x 30Cm. aku dan sopia membuka laptop lagi.


aku : sopi, kamu emang lagi ada pejalajaran apa?
sopia : ini aku lagi ada pelajaran bahasa indonesia, kamu sendiri lagi ada pelajaran apa ren?
aku : oh ini aku lagi pelajaran agama, guru nya banyak cerita, jadi suasananya jadi ngantuk,heheh
sopia: enak berarti ren, bisa ngantuk eheh

setelah panjang lebar aku mengobrol dengan sopia. tiba tiba aku melihat bentuk paha sopi yang besar, karena pakai celana legging. timbul pikiranku untuk memegang nya,tapi aku masih takut, takut sopia menolak dan teriak. sambil mencuri curi pandangan aku lihat dari paha, terus selangkangan, tempat jahitan celana legging, terus mencuri curi lagi melihat ke dada sopia. 

aku : (mengambil pembicaraan), sopi pelajaran kamu masih lama?

sopia : tinggal 7 menit lagi sepertinya ren,
aku : oh aku udah selesai ini eheheh. bingung mau ngapaian waktu istirahat ini.
sopia : tidur ren, nanti aku bangunin
aku : engga bisa tidur sop, kan ada kamu disini eheheh,( sambil bercanda)
sopia : aku pulang ya? (sambil ketawa)
aku : eh jangan cuma bercanda sop heheh

sopia melanjutkan zoom pelajaran dari gurunya, sementara aku tiduran sambil main hp dengan sengaja mendekatkan kepala dekat paha sopia. Dengan perasaan berdebar debar aku melirik lirik dada sopia. sesekalinya lirik paha sopia. Tiba tiba
sopia : akhirnya istirahat juga, uhh (sambil moleh mengangkat kedua tangan) 
sopia : capek juga ngeliat laptop mulu ren 

aku : hehe iya sop capek, bikin pusing kepala 

si sopia yang tadinya duduk, tiba tiba ikur rebahan dan main hp, posisinya agak menjauh dari aku. Setelah lama si sopia tanpa sadar posisinya deket denganku. aku tidak tau apa yang di lihat di hpnya.
aku berusaha mendekatkan kepalaku dengan kepala dia, walaupun jantung berdebar debar kencang.
Semakin dekat, tapi respon sopia tidak ada marah ataupun minggir menjauh. Kepalaku lebih aku dekatkan lagi, dan akhirnya kepalaku tepat di samping muka sopia, dengan sengaja menempelkan rambut ke pipi dia, tapi respon sopia kembali tetap berdiam.
kuberanikan memutar kepalaku, untuk meliahat sopia, dan pipiku bersentuhan dengan pipi sopi, engga nyangka pipi sopi halus dan lembut, kelihatan dari samping kumis tipisnya.
dan respon sopia tetap diam, membuat pikiranku jauh lebih dalam pingin menciumnya.
kuputas kepalaku lagi dan bibirku menyentuh pipi sopi, sopia masih diam tidak ada respon menolak, perlahan lahan aku mengangkat kepala dan menaruh bibirku di bibir sopi, awalnya sopi diam, entah apa yang dipikirkannya
tiba tiba sopi membuka bibirnya dan mengeluarkan lidahnya,. tanpa lama aku juga mengikuti dia kumasukan lidahku ke mulut dia, sambil melumat lumat bibir dan lidah dia, tanganku mulai meraba dada dia, awalnya tangan sopi agak menghalangi, tapi lama lamaan sopi pasrah dan menikmati remasan tanganku ke dada dia perlahan tanganku turun kebawah mengambil kaos dan menarik keatas untuk membuka kaos sopi. sopia masih menikmati Lumatan bibirku, akhirnya kaos sopi udah kebuka, kulihat warna bra hitam dengan lengkungan payudara yg besar dan putih. tanpa lama tanganku meraba dan meremas payudara sopi, tangan sopi merangkul punggung ku dan menarik. sepertinya sopi sudah sange berat.
perlahan kubuka Bra warna hitam tadi. dan ke sentuh puting sopi, kumainkan putingnya, terdengar dari mulut sopi "arhhh" 
perlahan aku mencium kebawah keleher, sopi makin mendesah "archhh"
turun lagi kuciumin payudara sopi yg mulus, perlahan lahan turun ke perut dan pusar, sopia masih mendesah.
turun lagi kehalang oleh celana legging sopia.
ku arahkan kedua tanganku untuk membuka celana legging, kutarik celana legging nya, uhh celana dalam sopi warna putih, keliatan transparan jembut warna hitam yang tebal.
aku buka bajuku,  celanaku dan akhirnya aku telanjang bulat, keliatan penisku yang udah tegang sekali.
ku arahkan lagi tanganku untuk membuka cwlana dalam sopi, kutarik dan akhirnya sopi telanjang bulat, terlihat bulu hitam di vagina sopi. lalu kucoba cium vagina sopi, terasa baunya sangat harum, mungkin sopi sangat merawat vaginanya.
kulanjut jilat vaginanya, desahan sopi makin menjadi, kujilat jilat klitorisnya, sopi makin mendesah dan seperti mengangkat ngangkat perutnya. setelah kumainkan lidah di vaginanya, aku beranjak jongkok di depan vaginanya, ku gesek geseng penis ke vagina sopi, perlahan lahan kucoba masukan penis kedalam vaginanya. Terasa masih susah, masih sempit, mungkin aku yang pertama melakukan dengan sopi.
dengan perlahan lahan akhirnya penisku masuk kevagina sopi, 
sopi agak menjerit dan menggigit tangan sendiri. kutarik penisku pelan pelan dan kudorong pelan pelan, kulakukan berkali kali, dan akhirnya sopi sudah tidak kesakitan, didalam vaginanya mulai becek,
kupercepat gesekan penis didalam vaginanya, terdengar suara sopi 
sopi : " arh arh, ren pelan pelan" 
aku : uh sop, gak nyangka vagina kamu enak bener.. uchh...
sopi : archhh ..
aku : sopi aku mulai kencang genjotnya ya??
sopi : urh arh urhhh arhhh...

ku genjot terus, dan terdengar " plak plak plak" dari suara bentroknya paha dengan bokong sopia. udah 10menit ku genjot sopi masih mendesah terus.
kupercepat lagi genjotanku.. sopi makin menjadi desahan nya... terdengar suara sopi

sopia : ren rasanya aku mau kencing enak...
aku : keluarin aja sop, urchhh
sopi : argggghhh
aku : sopi aku mau keluar...
sopia : jangan didalem ren, urgghhh
aku : iya sop, 

sambil genjot kencang, dan aku mau orgasme, sopia sudah orgasme duluan, kucabut penisku, ku kocok di depan mulut sopi,
aku : argghhh sopi aku keluar, 

crott crott crott, airmaniku keluar di muka sopi dan sebagian masuk ke mulut sopi,
tanpa jijik sopia menelannya, dan meratakan airmani ke semua wajahnya.

setelah itu aku dan sopi berpelukan dan tidur...

bersambung....